Soal Warga Indraloka II Memohon Tindak Tegas Oknum Aparatur Nakal Jadi Sengketa

Bukti-Pers.com (Tulang Bawang Barat)  – Niat hati hanya menyampaikan permohonan kepada kepala kejaksaan negeri Tulang Bawang Barat Lampung melalui media sosial agar perkara dugaan penyelewengan dana desa tahun 2024-2025 oleh oknun kepala Tiyuh Indraloka II di proses hukum secara transparan dan tanpa tebang pilih berujung polemik pro dan kontra di masyarakat.

Sunarto Warga Suku 01 Rt 01 Tiyuh Indraloka II merasa teramat tidak enak setelah mendapat pesan cet watasab dari beberapa masyarakat , Sunarto menyampaikan hal itu kepada beberapa wartawan saat di konfirmasi di kediamannya pada kamis ( 21/mei/2016 ) sekira pukul 13,WIB.

Saat itu wartawan mendapatkan telpon watasab dari salah satu warga masyarakat Indraloka II yang mengatakan bahwa sunarto yang ada dalam vidio viral memohon kepada kepala kejaksaan negeri Tuba Barat Lampung agar segera memproses hukum oknum kepala Tiyuh yang diduga menyelewengkan dana desa dengan transparan karena sudah merugikan masyarakat dan negara.
mendapat cet pesan watasab yang seolah memberikan masukan dari beberapa masyarakat lain.

Wartawan segera mendatangi warga yang menelpon, dan mendapati bukti sekrinsut cet watasab yang isinya seolah memberikan masukan namun dalam satu sisi kurang layak, dalam pesan cet watasab itu didapati pertanyaan yang di lontarkan kepada sunarto seolah menyayangkan kenapa harus ikut campur dan mau di suruh membuat vidio.

Yang lebih mecengankan dalam cet Wa tertulis semoga sunarto gak di mintai pertanyaan dari yang berwenang , lebih tajam nya lagi terlontar tuduhan yang tidak mendasar bahwa yang membuat vidio dan memerintahkan Sunarto dan warga lainya membuat setetmen pasti Junaedi.

” Yang Jelas bukti yang ada pada abang itu benar adanya, menurut saya biarkan saja bang..! saya kan sebagai warga Indraloka II hanya menyampaikan keprihatinan melalui media sosial,” singkatnya.

Tuduhan yang cepat memastikan pembuat vidio dan yang menyuruh warga suku 01 rt 01 Indraloka II adalah Juaedi sangatlah tidak mendasar, karena beberapa warga itu tidak mempuyai barang bukti ontentik, saksi yang melihat langsung Junaedi yang membuat Vidio itu.

Muncul tertulis yang menyebutkan jangan mau dibuat alat Junaedi juga jangan terlalu mau di buat alat cari uang bahkan mengatakan yang memungkinkan ditujukan kepada Junaedi tidak punya nalar.

Setelah beranjak dari kediaman sunarto wartawan segera menuju kediaman junaedi yang saat itu ditemui wartawan sedang santai, dan dirinya menangapi dengan seriyus isi pesan cet watasab yang di kirim beberapa warga Kepada sunarto,

“Sudah sudah gak usah di perpanjang luur..! Saya sudah konfirmasi kepada salah satu warga yang kirim pesan cet watasab kepada sunarto, saya berpesan kepada orang itu kalau tidak bisa membantu warga Indraloka II dan saya cukup diam jadilah penonton yang baik dan jangan ikut campur karena tidak merugikan dia,” tegas Junaedi.

Ketika di tanya terkait indikasi beberapa warga yang mengirim pesan cet Watasab kepada sunarto Junaedi tidak berani memberikan tanggapan hanya menurutnya tindakan beberapa warga itu kurang relevan dan sangat tidak terpuji, karna dalam vidio itu sifatnya sunarto sebagai warga Indraloka II hanya memohon itu pun kalau di kabulkan oleh kepala kejaksaan negeri Tuba Barat kalau tidak kan tidak mengapa dan menurutnya penggunaan media sosial sebagai alat yang ifesien terpenting tidak melanggar undang undang karena apa yang di sampaikan sunarto benar apa adanya, saat ini penyidik Kejaksaan Negeri Tuba Barat sedang melakukan penyelidikan adanya dugaan mar’ap anggaran pekerjaan fisik 2024 dan pekerjaan fiktif 2025.

Adanya kata junaedi memanfaatkan sunarto untuk kepetingan pribadi mencari uang, junaedi berpesan jangan menafsirkan sesuatu tanpa bukti, warga yang mengirimkan cet kepada sunarto tergolong orang berpendidikan jangan sampai hal kecil yang seharusnya tidak perlu terjadi menjadi permasalahan hukum.

Junaedi memastikan diri tidak memanfaatkan sunarto dan warga indraloka II lainya untuk kepetingan pribadi mencari uang dan apabila ada prasangka dari beberapa warga yang kirim pesan cet watasab itu lah sifat asli orang tersebut , dan adanya dugaan kata kurang nalar di tujukan kepada dirinya Junaedi berpesan biar publik yang menilai siapa yanh kurang nalar.

Justru yang perlu di pertanyaan dan di wapadai ada apa gerangan di depan Junaedi beberapa warga itu sangat mendukung adanya pengukapan penyelewengan dana desa Indraloka II namun di sisi lain seperti ada indikasi membungkam warga agar tidak ikut campur dan berani bersuara, sampaikapan hal ini terjadi terulang di Tiyuh Indraloka II warga hanya jadi penonton engan mengatakan kebenaran dan tidak boleh mengkritisi bila ada aparatur nakal.

(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *